|
|
|||||
|
|
|
|
|
|
|
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
POLLING
Hal-hal apa yang perlu ditingkatkan dalam rangka meningkatkan kualitas Jurusan dan Mahasiswa Akuntansi UNCEN?
![]() |
Online NewsDelapan Bank Naik PeringkatKOMPAS.com — Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, menaikkan peringkat delapan bank di Indonesia dari BB menjadi BB+. hal ini menunjukkan, meski kuartal pertama 2009 situasi dunia masih belum pulih dari krisis, kinerja keuangan perbankan di Indonesia cukup baik.Delapan bank yang peringkatnya dinaikkan oleh Fitch Ratings, Rabu (27/1/2010), adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, Bank OCBC NISP, dan Bank UOB Buana. Sebelumnya, pada 25 Januari, lembaga yang sama menaikkan peringkat Indonesia terkait utang dalam bentuk mata uang asing, dari BB menjadi BB+ dengan prospek stabil. ”Kenaikan peringkat ini mencerminkan ketahanan kinerja keuangan di tengah kondisi operasional yang lebih sulit, terutama pada kuartal pertama 2009,” kata Direktur Grup Institusi Keuangan Fitch Ratings Tan Lai Peng di Jakarta. Dia menjelaskan, kenaikan peringkat itu sesuai dengan ekspektasi Fitch Ratings bahwa perbaikan perbankan di Indonesia akan berlanjut karena prospek ekonomi makro yang lebih kuat pada 2010. Meski peringkat bank-bank tersebut naik, Tan mengakui, kualitas pinjaman hampir di semua bank pada 2009 menurun. Penurunan ini diperkirakan akan berlanjut pada awal 2010. Meski demikian, Tan meyakini, kondisi operasi yang lebih baik pada tahun ini akan mendukung kualitas kredit dan profitabilitas pada masa datang. Di tengah kritik politisi Menurut pengamat pasar modal dan perbankan, Mirza Adityaswara, kenaikan peringkat negara Indonesia mencerminkan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi ekonomi makro Indonesia. Pada tahun 2009, Indonesia satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif, yaitu 4,3 persen. Tahun ini, kata Mirza, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa 5,3-5,7 persen dengan didukung jumlah penduduk yang besar, ketergantungan terhadap ekspor yang relatif rendah, perbankan yang sehat, serta kebijakan fiskal dan otoritas keuangan yang berhati-hati. ”Jadi, di tengah kritik beberapa politisi terhadap pemerintah, ternyata lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings memberikan pujian dengan menaikkan peringkat Indonesia dan perbankan Indonesia,” kata Mirza. Terkait kenaikan peringkat delapan bank tersebut dengan likuiditasnya, Mirza menyatakan, sejak triwulan III-2009 tidak adalah lagi masalah likuiditas perbankan dalam negeri. Aliran kredit pada tahun ini, menurut Mirza, akan bergantung pada permintaan kredit dan kegiatan sektor riil karena pinjaman perbankan yang belum disalurkan masih cukup besar. Seharusnya, lanjut Mirza, aktivitas sektor riil pada tahun ini dapat sejalan dengan perbaikan ekonomi global dan ekonomi domestik. Dengan demikian, pinjaman dari perbankan yang belum disalurkan dapat dimanfaatkan oleh pengusaha. (REI) |